Roti Gembong Kota Raja

Categories Pengalaman
roti gembong kota raja

Sebagai penyuka roti, saya sempat merasa terkejut saat tahu bahwa di desa yang baru saya tinggali ini, tidak ada pembuat roti yang cukup enak menurut standar saya. Di sini hanya ada roti hompas, semacam roti sobek rasa plain yang dibuat dengan bahan ala kadarnya sehingga bertekstur kurang halus dan kurang manis *aduh, saya ini belum pernah membuat roti, tapi sudah komentar macam-macam. Tidak ada satu pun pembuat roti tawar, apalagi bakery. Mencari bahan makanan memang masih sulit di sini, pasar saja hanya ada pasar ikan dan toko-toko kelontong yang ada kurang lengkap persediaannya.

Alhamdulillah, setiap akhir pekan saya dan suami bisa berbelanja ke kota sebelah, Pangkalan Bun yang merupakan ibu kota kabupaten dengan menempuh perjalanan satu jam dengan mobil. Kota ini masih dalam pembangunan, pusat perbelanjaan terbesar adalah Citi Mall yang memiliki Hypermart dan beberapa outlet lainnya, tidak terlalu besar. Mencari makanan yang sesuai selera tentu lebih mudah di sini, banyak restauran, kafe, pun bakery. Sayangnya karena saya hamil dan masih suka mabuk, kami belum sempat menjelajahi kuliner kota ini, biasanya kami hanya mendatangi satu-dua destinasi lalu pulang. Tempat makan khas daerah sini yang menjadi favorit saya adalah pusat bebakaran “Semangat 47” yang terletak di Jalan Pangeran Antasari. Meski harganya lumayan, pilihan ikan bakarnya, pilihan sambalnya, sayur pelengkap, hingga es jeruknya tidak ada yang mengecewakan. Pelayanannya juga ramah dan cepat. Semangat 47 ini yang berhasil membuat saya jatuh cinta pada makanan khas orang Kalimantan yang memiliki banyak sungai besar ini.

Suatu kali, saya mengikuti acara pengajian rutin di rumah teman baru saya di Pangkalan Bun. Ia menyediakan kudapan roti dengan kemasan yang menarik. Tertulis Roti Gembong Kota Raja. Bentuknya persis roti sobek atau roti hompas, tapi rasanya sangat lembut, manis, dilengkapi selai srikaya yang sangat enak, apalagi tersaji masih dalam keadaan hangat. Langsung saja saya tanya tempat belinya. Sayangnya tidak ketemu saat itu juga, karena petunjuknya hanya “dekat SMP 2”.

Pekan berikutnya, suami yang sebenarnya sudah hapal peta kota ini tergerak untuk membuka gmaps, alhamdulillah ketemu. Outletnya berupa kabin yang dicat kuning, terdapat beberapa tempat duduk untuk pembeli di depannya. Dari dalam dua orang abang-abang mengenakan celemek, topi kuning-coklat sigap melayani. Tampak oven besar di belakang mereka. Di meja depan roti yang fresh from the oven dipotong tengahnya dengan pisau dan diisi filler sesuai pesanan pembeli. Saya membeli roti srikaya seharga 14k dan roti coklat seharga 16k, sedangkan untuk rasa original dijual dengan harga 10k saja, sama persis dengan harga roti hompas di Kotawaringin Lama, padahal ukurannya lebih besar dan tentu lebih nikmat. Rasa lainnya ada keju, susu, durian, atau kombinasi. Tidak saya sangka, selai coklatnya yang bercampur rice crispy pun sangat enak. Kami menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Kotak kemasan Roti Gembong Kota Raja ini modern seperti di kota-kota besar. Ada petunjuk penyimpanan dan serving-nya, tentu saja dipanaskan dengan microwave/oven roti ini akan selalu terasa nikmat meski disimpan dua-tiga hari. Tapi kami menghabiskannya dalam sehari saja hehe. Mengucap basmalah sebelum makan dan hamdalah selesai makan, sesuai nasihat yang ada di tepi depan boxnya. Selain itu ada kolom pemesan, jenis pesanan dan expired date, sayang sekali semua tidak diisi kali saya membeli. Ternyata, Roti Gembong Kota Raja ini berasal dari Kota Balikpapan dan sudah memiliki banyak cabang di Kalimantan. Bahkan, kalau di jual di Pulau Jawa saja menurut saya akan laku, apalagi di sini yang masih minim saingannya. Sepertinya saya akan membelinya tiap kali ke Pangkalan Bun, sambil mencari bakery lain yang murah meriah dan seenak ini juga, supaya bisa diselang-seling, hehe.

Selamat mencoba dan ketagihan! :))

Please follow and like us:
Sementara dikelola oleh Faizal Widya Nugraha S.Kom, M.Eng dan istrinya, dr. Zahrin Afina. We write anything in mind.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *