Aku tak tahu apakah itu tugasku untuk memikirkan tentang mengapa Allah takdirkan dirimu untukku, karena sepertinya hikmah sedalam itu tak selalu tersingkap di awal hari.

Selama ini, aku sibuk menatap wajahmu saat akhirnya kau tertidur. Seorang penghuni Mars yang tak pernah bersinggungan denganku sebelumnya, tiba-tiba atas izin-Nya ada di sampingku setiap malam. Setiap hari melihatku utuh, menerima keluh kesahku, ikut menanggung beban-bebanku, menertawakan banyak hal, menyayangiku dengan kata dan lakumu, menjadi orang tersignifikan di hidupku. Itu saja membuatku selalu heran, dalam hati aku selalu bertanya apakah diriku sudah cukup baik memperlakukanmu.

Aku ingin terus mengikutimu, pun jika harus lebih banyak menunggu. Aku takkan pergi sendirian, aku akan sabar sehingga bisa melangkah bersamamu. Seperti kutipan di film yang terakhir kita tonton,

“Mana mungkin aku terbang menggapai bintang bila satu sayapku tertinggal di bumi?”

Untuk itu, aku habis berdamai dengan kekurangan-kekuranganku. Semoga Allah meridhai proses yang kita lalui ya, sayang, hingga Dia kabulkan doa-doa keberkahan.

Jikapun waktuku tak sampai, hanya ridhamu dan ridhaNya yang kuharapkan..

–Kotawaringin Lama, tanggal 10 yang kesepuluh.

Please follow and like us:
Sementara dikelola oleh Faizal Widya Nugraha S.Kom, M.Eng dan istrinya, dr. Zahrin Afina. We write anything in mind.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *