Catatan Pribadi KKN-PPM UGM 2017 Banyuyoso (Bag.3)

Categories Pengalaman

Bagi saya sendiri, KKN telah memberi saya ruang untuk aktualisasi diri. Agak berbeda dengan teman-teman satu tim, saya adalah mahasiswa profesi yang sudah tidak pernah bersentuhan dengan UKM, meskipun tetap aktif di beberapa organisasi dakwah. Saya sedang melalui fase jumud (kebosanan) terhadap suasana organisasi dan koas ketika kemudian saya boleh memimpikan sebuah hidup baru selama KKN.

Ketika seseorang bisa berperan di masyarakat, bahkan hingga menjalin hubungan yang erat dengan mereka, rasa percaya dirinya tentu akan meningkat. Seperti kata Mahatma Ghandi, “The best way to find yourself is to lose yourself in the service of others.”

Rasa percaya diri itu adalah bagian dari jati diri dan bahan bakar untuk menyalakan api ‘keberanian bermimpi’ lebih lagi. Penerimaan warga, teman-teman satu tim dan tangis haru mereka saat perpisahan membuat saya (dan teman-teman) menyadari bahwa kami memiliki banyak karunia untuk dapat berbagi. Bahwa berbagi dan berkontribusi itu bisa dimulai dari hal-hal yang sederhana saja. Tapi bila diberi kesempatan, mengapa tak dilakukan dengan sungguh-sungguh? Berpikir kreatif dan solutif serta melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Saya sangat bersyukur karena bisa membawa semangat ini sepulang KKN.

Unit KKN JTG-1701

Oleh karena itu saya menyadari, sebagian dari kita mungkin menjalani hidup ini dengan berpikir bahwa jalannya lurus-lurus saja, ketika menjumpai kegagalan atau realita yang tidak sesuai yang merubah kehidupannya, ia hanya bisa menyesali karena he didn’t expect to have a new life. Maka alangkah baiknya bila setiap hari kita bisa berpikir to expect a new life, menyikapi kegagalan dengan keyakinan penuh bahwa kesempatan kita masih terbuka lebar selama kita masih bernapas, tanpa terus menyesali yang sudah terlanjur terjadi. Ibarat nasi sudah jadi bubur, alangkah baiknya bila kita segera mengambil kecap dan suwir, membubuhinya selagi panas, daripada terus menyesal hingga bubur menjadi dingin dan tak nikmat disantap. Ya, yang kita butuhkan hanya keyakinan, yang akan menguat ketika kita memperbarui iman kita pada kebaikan takdir Allah SWT.

Yogyakarta, 7 Agustus 2017

Please follow and like us:
Sementara dikelola oleh Faizal Widya Nugraha S.Kom, M.Eng dan istrinya, dr. Zahrin Afina. We write anything in mind.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *